AXA dan Komunitas Akar Rumput di Ruang yang Sama: Cerita Kolaborasi “Aman Untuk Semua”

AXA dan Komunitas Akar Rumput di Ruang yang Sama:
Cerita Kolaborasi “Aman Untuk Semua”

Belajar mengatur uang tanpa punya penghasilan tambahan berhenti jadi teori. Punya keterampilan menghasilkan uang tanpa tahu cara mengelolanya, hasilnya bocor di tengah jalan.

Dua masalah itu biasanya ditangani pihak yang berbeda — dan jarang bertemu. Di program “Aman Untuk Semua”, PT AXA Financial Indonesia dan Liberty Society Foundation mencoba menutup keduanya sekaligus.

Dua Keahlian yang Biasanya Terpisah

Kolaborasi ini menarik justru karena kedua pihak membawa hal yang sangat berbeda ke meja yang sama.

AXA Financial Indonesia membawa keahlian di bidang keuangan dan perlindungan finansial — wilayah yang memang jadi keseharian mereka. Liberty Society Foundation membawa kedekatan dengan komunitas perempuan rentan dan pengalaman melatih keterampilan berbasis ekonomi sirkular.

Hasilnya adalah program pemberdayaan untuk 100 perempuan di Jakarta yang menggabungkan edukasi pengelolaan keuangan dengan praktik keterampilan langsung. Bukan dua kegiatan terpisah yang kebetulan berjalan bersamaan.

Kenapa Keduanya Harus Berjalan Bersama

Tamara Gondo, CEO Liberty Society Foundation, menyebut literasi keuangan dan ekonomi sirkular sebagai satu jalan yang sama menuju kemandirian. Ibu tunggal yang belajar menyusun anggaran dan perempuan yang mengubah limbah tekstil jadi produk bernilai jual, menurutnya, sedang membangun hal yang sama: kendali atas hidup mereka sendiri.

Dari sisi AXA, Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, menekankan efek berantainya — ketika perempuan punya pengetahuan, kepercayaan diri, dan kesempatan berkembang, dampaknya ikut dirasakan keluarga dan komunitas di sekitarnya.

Kolaborasi Jangka Panjang, Bukan Kegiatan Sekali Jalan

Program “Aman Untuk Semua” sendiri sudah berjalan sejak 2020. Artinya kemitraan ini bukan aktivitas musiman, melainkan komitmen yang dijaga bertahun-tahun — hal yang cukup langka di ranah program sosial korporasi.

Konsistensi seperti itu penting. Perubahan pada kemampuan finansial seseorang tidak terjadi dalam satu sesi pelatihan, dan program yang berumur panjang punya kesempatan jauh lebih besar untuk benar-benar terasa dampaknya.

Bagaimana Menurutmu?

Kalau perusahaanmu sedang menyusun program sosial, model kolaborasi seperti ini layak jadi bahan pertimbangan — alih-alih berjalan sendiri, cari mitra yang kekuatannya melengkapi.

Menurutmu, keahlian apa lagi yang layak digabungkan untuk mendorong kemandirian perempuan? Tulis pendapatmu di kolom komentar — atau bagikan artikel ini ke orang yang perlu membacanya.

TENTANG LIBERTY SOCIETY FOUNDATION

Liberty Society Foundation adalah yayasan yang berbasis di Jakarta dan berkomitmen pada pemberdayaan ekonomi perempuan dari komunitas marginal melalui pelatihan vokasi, pengembangan komunitas, dan akses pasar. Setiap donasi secara langsung mendukung program pelatihan gratis bagi ibu tunggal dan perempuan berpenghasilan rendah di wilayah Jabodetabek.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.libertysocietyfoundation.org

KONTAK MEDIA

Hafiza, Campaign & Media Officer | Liberty Society Foundation

lsfoundation@liberty-society.com | +62 851-1700-0803

Siap untuk Memberikan Dampak?

Kontribusi Anda dapat mengubah hidup
dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan di komunitas kita.